Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

Serunya Berkumpul dan Bermain di RPTRA Asoka

Bagi para Ibu rumah tangga, termasuk saya, pastinya senang jika bisa mengajak anak bermain tanpa gadget atau paling tidak selain pergi ke mall. Selain bagus untuk perkembangan otak, mengajak anak bermain di ruang terbuka seperti taman, nyatanya juga bagus untuk perkembangan fisik dan kemampuan sosial seorang anak. Nah, selain bermain di taman, pernah enggak sih ibu-ibu mengajak anak-anaknya bermain di RPTRA? Pertama kali mendengarnya, saya pun ikut menerka-nerka kepanjangan dari RPTRA karena singkatannya terdengar cukup asing di telinga. Info mengenai keberadaan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak di dekat rumah ini pun baru saya ketahui beberapa bulan lalu. Cukup telat karena rupanya peresmian sudah dilakukan sejak Oktober tahun 2017. Dan rupanya Pemprov DKI sejak tahun 2017 telah meresmikan setidaknya satu RPTRA di setiap kelurahan yang tersebar di ibukota. Ketiadaannya lahan terbuka yang aman sebagai tempat bermain anak menjadi ide awal dibangunnya RPTRA oleh Pemprov DKI. Sekila

Dukung Hari Aktifmu Dengan Asik Tanpa Toxic Bersama Natsbee Honey Lemon

Konon bagi seorang ibu rumah tangga, waktu 24 jam seakan tak pernah cukup untuk menyelesaikan pekerjaan rumah yang seperti tak ada habisnya. Ketika barisan piring kotor menunggu dicuci, tumpukan pakaian bersih tak kunjung disetrika, belum lagi urusan masak memasak memakan cukup banyak waktu, ditambah kondisi rumah berantakan dan anak-anak yang butuh perhatian, membuat ibu seakan berlari dari tugas rumah yang satu ke tugas rumah lainnya. Deretan hal di atas menjadi job desk tidak tertulis seorang ibu rumah tangga yang sering dianggap remeh beberapa pihak karena bentuk pekerjaannya yang seakan tak terlihat. Namun karena fitrah seorang ibu pula, maka banyak perempuan tak keberatan memilih tinggal di rumah, mendidik anak serta mengurus keluarga. Nah, sebagai ibu yang dulunya pekerja kantoran, saya tidak menutup mata akan hal ini. Saya yang tadinya berprofesi sebagai karyawan belasan tahun, sekitar dua tahun lalu memutuskan berhenti kerja dengan alasan tersendiri, saya ingin hamil ana

Scanner Brother Investasi Pintar Untuk Perangkat Kerja Anda

Scanner Brother Ads 2400N Sebagai seorang karyawan, pernah enggak sih merasa terganggu saat sedang sibuk dikejar dateline dengan pekerjaan yang menumpuk, tiba-tiba saja harus terhenti karena direpotkan dengan media elektronik pendukung kinerja di kantor yang mengalami gangguan? Hampir semua orang yang bekerja sebagai karyawan, besar kemungkinan pasti pernah mengalaminya. Hal ini tentunya akan mengurangi produktifitas dan kinerja para pegawai yang berkecimpung di dalamnya. Itu juga yang pernah saya alami saat masih bekerja di sebuah perusahaan jasa pariwisata. Perangkat kerja yang rusak menyulitkan kinerja karyawan (foto : pixabay.com) Bagi saya saat itu, bekerja di sebuah agen perjalanan wisata merupakan suatu tantangan tersendiri karena setiap orang yang berkecimpung di sana selalu dituntut untuk bekerja cepat, cermat serta efisien. Hal ini dikarenakan lingkup perusahaan yang berkaitan dengan pelayanan penjualan tiket pesawat, hotel, paket tur, serta dokumen perjalanan

The Professor Band ; Keseimbangan Antara Hobi dan Profesi

Saat mendengar kata profesor, kebanyakan orang termasuk saya akan terbayang pada sosok pribadi yang serius, cerdas dan tentunya berpendidikan tinggi. Kata profesor itu pula menurut KBBI dan Wikipedia merupakan jabatan tertinggi yang didapat oleh seorang dosen di suatu universitas dan dosen tersebut telah melakukan penilitian dalam bidang ilmu yang dikuasainya. Sudah tentu jikalau dalam kesehariannya, seorang profesor akan lebih banyak mengandalkan otak kiri untuk menuntaskan pekerjaannya sebagai pakar pada bidang ilmu tertentu. Lalu bagaimana dengan otak kanan yang jarang digunakan untuk bekerja sehari-hari? Padahal idealnya otak kiri dan otak kanan haruslah digunakan secara seimbang agar seseorang bisa berinteraksi secara optimal. Orang yang penggunaan otak kanan dan otak kirinya seimbang, maka orang tersebut akan menjadi pribadi yang cerdas sekaligus pandai bersosialisasi. Hal ini pula yang menjadi filosofi terbentuknya The Professor Band. Band yang beranggotakan para profesor

Anak Cerdas Tak Sekadar di Atas Kertas

Bagi sebagian orangtua, anak cerdas selalu diidentikkan sebagai anak yang berprestasi dalam bidang akademik. Padahal cerdas tidaknya seorang anak tak bisa diukur hanya berdasarkan nilai-nilai yang didapatnya di atas kertas. Apalagi berdasarkan penelitian yang dilakukan seorang ahli kecerdasan dari Universitas Harvard Amerika Serikat, Thomas Amstrong, terungkap bahwa tiap anak memiliki kepintaran yang berbeda-beda. Karena itu pula, sudah menjadi kewajiban bagi orangtua untuk terus #DukungCerdasnya buah hati sesuai jenis kecerdasan masing-masing anak.  Itu juga yang akhirnya kami terapkan pada anak pertama kami. Lubna terlahir sebagai anak perempuan yang sehat, aktif dan ceria. Selain makanan bergizi dan melakukan aktivitas fisik seperti berenang, kami juga memberikannya vitamin pendukung seperti Cerebrofort. Dalam hal ini, ia paling senang jika disuruh makan Cerebrofort Marine Gummy. Selain sehat, produk ini juga mengandung minyak ikan tuna yang bagus untuk mendukung kecerdasan ota

3 Langkah Efektif Menghafal Al-Quran Bagi Orang Dewasa

Foto : Pixabay.com Pernahkah Anda menyadari berapa banyak surat dalam Al-Quran yang Anda ingat di luar kepala? Sebagai orang dewasa yang ditelan kesibukan, terkadang hal ini luput dari hal-hal yang diprioritaskan oleh orang dewasa. Apalagi pada kenyataannya, kebanyakan orang tetap merasa baik-baik saja meski mendirikan shalat dengan membaca surat-surat pendek yang itu-itu lagi. Begitu pula yang pernah saya rasakan sebelumnya. Setiap kali shalat, saya lebih sering membaca beberapa surat pendek yang itu-itu lagi karena memang cuma surat itu yang saya hafal. Entah kenapa, selama ini saya nyaman-nyaman saja melakukannya. Sampai di suatu hari, si Sulung yang biasa saya panggil 'Kakak' tiba-tiba saja mulai sering terlihat menghafal beberapa surat panjang dalam Juz 30 tanpa saya suruh sebelumnya. Rupanya diam-diam si Kakak terinspirasi dari acara menghafal Al-Quran di salah satu stasiun TV yang ditontonnya saat bulan Ramadahan lalu. Hal ini pula yang membuat saya malu dan mu

Guantanamo Diary- Diari Terampasnya HAM Seorang Napi

Secara tidak sengaja, buku ini awalnya saya comot begitu saja saat tak sengaja melihatnya di sebuah rak buku di sebuah toko buku besar di pusat perbelanjaan tak jauh dari rumah.  Pertimbangan saya saat itu hanya menilik lewat kover buku yang berwarna cerah dan blurb yang menyentak di bagian belakang buku. Dan setelah membacanya, saya langsung terhanyut dengan kisah yang dialami sang penulis-Mohamedou Ould Slahi- yang nyatanya sampai saat ini pun dirinya tak pernah menyangka dipaksa mendekam di dalam penjara terkejam di dunia-Guantanamo. Tanpa berbuat kesalahan apapun, ia menjadi tertuduh anggota teroris oleh Amerika. Miris namun begitu banyak hikmah yang terkandung di buku ini. Saat membacanya, hati saya ikut gelisah yang akhirnya saya tuangkan ke dalam sebuah tulisan dan Alhamdulillah dimuat di  Koran Jakarta, 15 Nov 2016. Berikut ulasannya. Kesaksian dari Neraka Guantanamo Judul Buku    : Guantanamo Diary Penulis           : Mohamedou Ould Slahi Pe

"Kembang Durian", cerpen pertama di media

Berawal dari kegilaan saya membaca cerpen yang bertebaran di koran minggu, saya pun ikut tertarik untuk menulis cerpen dewasa. Rasanya tiap kali baca cerpen yang engga ketebak endingnya, saya jadi berandai-andai, kok bisa ya nulis kaya begitu? hehehe.. Dan ceritanya setelah belasan nulis cerpen dan kirim ke koran serta media online, akhirnya ada satu juga cerpen yang dimuat media, tepatnya media online Apajake. Dan berikut detil cerpen yang dimuat tgl 22 Nov 2017 lalu. keajaibanalam.com Kembang Durian Eva Sholihah Entah sudah berapa lama Aisah berdiri diam di bawah pohon itu padahal   hari masih   gelap. Dari kejauhan sayup-sayup suara azan Subuh belum lama berkumandang. Selesai Subuh dua rakaat tadi, Aisah lekas melipat telekungnya dan diam-diam pergi ke kebun. Juga tak dirasa-rasanya embusan angin pagi yang bertiup dari arah perbukitan dan seakan menusuk ke tulang. Dalam suasana redup, mata Aisah dapat menangkap jelas pucuk-pucuk kembang yang berguguran di tanah. Wajah

Cernak di Majalah Bobo

Ini cerita anak pertama saya yang dimuat di majalah Bobo, tepatnya di Januari 2017. Perjuangannya menembus majalah ini bisa dibilang amat sulit buat saya yang baru belajar menulis. Setelah belasan kali mengirim cernak yang berbeda dan sabar menunggu, akhirnya ada satu juga yang berkenan dimuat redaksi. Perjuangan belum usai, masih panjang dan tetap terasa menyenangkan asal kita menyukainya. Bunga Kuncup Satu Eva Sholihah Langkah Ibu tiba-tiba terhenti. Tangan Lulu menarik-narik sisi bawah baju Ibu sambil menunjuk sesuatu. "Bu ... Lulu mau pohon mawar yang itu. Yang sebelah sana!" rengek Lulu. Ibu menggeleng. Ibu tahu apa yang Lulu maksud dan tak bisa memenuhinya. Ada toko baru di sebelah minimarket. Toko itu bercat merah muda berlukis bunga sulur cantik di dinding depan. Aneka rangkaian bunga dan tumbuhan yang jarang Lulu lihat, dijual disana. Di dekat pintu masuk, sebuah rak tanaman berbentuk sepeda putih terpajang indah. Pot-pot kecil berisi pohon bunga w

Kesabaran Menunggu yang Berbuah Manis

Tepat di depan rumah orangtua saya, tumbuh sebatang pohon nangka yang tinggi dan rindang. Meski rindang, sayangnya pohon ini jarang sekali berbuah. Padahal seingat saya, sejak saya masih SD, pohon itu sudah tumbuh di sana. Bibitnya diambil dari pohon nangka lainnya milik Bapak yang sayangnya sudah ditebang karena lahannya digunakan untuk memperluas rumah orangtua saya.  Menurut Bapak, jika pohon ini kelak berbuah, buahnya akan sama dengan pohon nangka sebelumnya yang sudah almarhum. Daging buahnya besar-besar, tidak basah namun legit dan tebal serta garing dan manis saat dikunyah. Hmmm... saya sering membayangkan memakan buah nangka ini meski belum kesampaian sampai umur saya menjelang kepala tiga. Pernah pohon ini berbuah satu kali. Meski saat itu buahnya hanya satu namun sudah cukup membuat orangtua saya dan para tetangga senang melihatnya. Sering kami berdiri di bawah pohonnya sambil tersenyum sabar menunggu buah ini matang. Saking senangnya, buah yang hanya satu-satunya in