Selasa, 24 September 2019

Kulat Pelawan (dok:google)

Sebagai negara tropis, Indonesia memiliki keanekaragaman hayati flora dan fauna. Dengan jumlah hutan hujan terluas di dunia, Indonesia juga memiliki banyak ragam pohon dan tumbuhan dengan keunikannya masing-masing.

Salah satu contohnya berupa Kulat Pelawan. Kulat dalam bahasa Bangka artinya jamur. Sedangkan Pelawan adalah nama pohon di mana jamur ini biasa tumbuh. Jadi jika diartikan, Kulat Pelawan adalah jamur Pelawan. Jamur ini merupakan flora endemik dari Pulau Bangka, Provinsi Bangka Belitung yang tumbuh liar di hutan.

Dalam setahun, jamur ini hanya tumbuh dua kali terutama saat musim hujan. Uniknya lagi proses pertumbuhan jamur ini memerlukan sambaran petir agar bisa tumbuh. Saat petir menyambar dan mengeluarkan senyawa tertentu, saat itu pula proses pertumbuhan jamur ini dimulai. Beberapa hari kemudian, biasanya Kulat Pelawan akan terlihat bermunculan di sekitar akar pohon Pelawan.

Dengan proses pertumbuhan yang cukup sulit, membuat Kulat Pelawan menjadi langka dan mahal harganya. Di pasaran, harga Kulat Pelawan kering bisa mencapai Rp 2.000.000 per kilogramnya. Sedangkan untuk Kulat Pelawan segar yang berwarna merah muda amat jarang ditemukan di pasaran.

Menu Ayam Lempah Kulat Pelawan (dok.pribadi)

Tanpa sengaja, saat menghadiri sebuah acara bertema kehutanan beberapa waktu lalu, saya berkesempatan mencoba menu masakan berbahan dasar Kulat Pelawan ini. Saat itu olahan jamur ini dimasak bersama ayam dengan kuah gulai. Untuk rasanya, jangan ditanya lagi, sangatlah lezat seperti yang dikatakan banyak orang. Teksturnya kenyal, hampir menyerupai daging. Aromanya yang khas membuat nafsu makan pun seketika muncul. Mengingat ciri khas dari jamur ini, pantas rasanya jika jamur ini dibanderol dengan harga selangit.

Coretan Eva . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates