Senin, 28 Oktober 2019



Assalamualaikum semuanya...

Bagi penyuka acara-acara televisi ataupun penonton aplikasi Youtube, beberapa hari terakhir pasti pernah dong sekilas menyaksikan iklan penayangan film 99 Nama Cinta. Yupss.. dari judulnya saja, kalimat 99 Nama Cinta cukup identik dengan 99 nama-nama indah milik Allah yaitu Asmaul Husna.

Nah, tepatnya Rabu 23 Oktober lalu, saya berkesempatan untuk ikut press screening sekaligus press conference film ini yang bertempat di Senayan City. Acara dimulai dengan pemutaran film tepat jam 11 siang. Sambil menunggu film dimulai, wajah cantik Acha Septriasa terpampang nyata di bagian tengah layar. Untuk penggemar film Indonesia, pasti sudah tahu banget kan Acha Septriasa itu siapa? Ya dong, selain sosoknya yang sering membintangi film layar lebar, wajahnya juga kerap wara-wiri di layar kaca.

Suasana sebelum film dimulai (dokpri)

Selain Acha, tampak juga wajah-wajah pengisi film 99 Nama Cinta lainnya seperti Deva Mahenra, Adinda Thomas, Chiki Fawzi, Susan Sameh, Dzawin Nur, Ira Wibowo, Donny Damara, dan Robby Purba.

Film besutan MNC Pictures ini disutradarai oleh Danial Rifki dan ditulis oleh Garin Nugroho. Berkisah tentang seorang perempuan ambisius bernama Talia (Acha Septriasa) yang bekerja sebagai presenter infotainment sekaligus produser dengan segudang kesibukannya. Ia dihadapkan pada sosok Kiblat (Deva Mahenra), seorang ustaz anak kyai pemilik sebuah pondok pesantren di Kediri yang juga teman masa kecil Talia. Akting Adinda Thomas sebagai Mlenuk, seorang creative yang bekerja satu tim dengan Talia, tampak unik dan greget, beda banget dari peran-peran sebelumnya. Kemunculan Chiki Fawzi pertama kali di layar lebar, cukup membuat galau bagaimana kisah di film ini berakhir.

Dengan latar belakang kehidupan yang berbeda, alur dan konflik cerita terasa unik dengan pesan-pesan Islami di dalamnya. Ditambah guyonan segar dari Ustaz Bambu (Dzawin Nur) membuat huahaha semua penonton.

Foto bareng cast film 99 Nama Cinta (dok. WAG)


Untuk setting filmnya sendiri, diambil di dua lokasi berbeda, Jakarta dan Kediri. Suasana kerja di dunia pertelevisian yang super sibuk, berlari dari satu studio ke studio yang lain, cukup kontras dengan gambaran suasana pesantren yang damai, tenang dan khas dengan nuansa Islaminya.

Sebagai penulis, Garin pun sukses menyematkan pesan tentang wakaf produktif yang sebenarnya juga tengah digalakkan oleh pemerintah. Di film ini, wakaf produktifnya digambarkan berbentuk sebuah kebun coklat yang hasilnya digunakan sepenuhnya untuk kebutuhan pesantren.

Di film ini, penonton pun bisa melihat akting Deva Mahenra yang berbeda dari sebelumnya. Di sini, kita bisa mendengar suara merdu Deva saat mengaji sebagai seorang Ustaz Kiblat. Penasaran kan, pastinya?

Buat yang udah gak sabar mau nonton filmnya, bisa meluncur ke akun Youtube MNCP Movie untuk cek trailernya di http://bit.ly//99namacinta

Jangan lupa catat tanggalnya ya, tema-teman. Film ini serentak tayang di bioskop tanggal 14 November 2019.


Coretan Eva . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates