Tahukah Bunda, sebagai seorang istri sekaligus ibu yang mengurus keluarga dan rumah tangga, Bunda  juga berperan sebagai garda terdepan dalam mengatur keuangan keluarga. Seberapapun gaji atau pendapatan yang diterima setiap bulannya, Bunda harus tetap stay cool dan bijak mengelola keuangan, membagi jumlah uang yang ada ke beberapa pos kebutuhan primer dan juga tersier. 

Memang, kebutuhan primer setiap orang bisa jadi sama berupa sandang, pangan dan papan. Sedangkan untuk kebutuhan tersier setiap orang yang kemungkinan berbeda, ya Bun. Maka itu, amatlah penting mengatur keuangan keluarga sebijak mungkin. 

Bijak Mengelola Keuangan Keluarga

Biasanya untuk mengetahui dengan pasti keuangan dalam keluarga, saya kerap menyusun anggaran bulanan keuangan keluarga ke dalam sebuah catatan. Tentunya ini merupakan hal yang lazim ya, Bunda. 

Namun sebenarnya ada cara yang lebih spesifik nih, agar Bunda mampu bersikap bijak dalam mengelola keuangan keluarga. Berikut langkah-langkahnya :
  • Menciptakan kondisi keuangan keluarga yang sehat berupa pengeluaran tidak melebihi pemasukan.
  • Mampu membedakan antara kebutuhan atau keinginan. Keuangan yang boros cenderung terjadi saat seseorang mengikuti keinginan yang sebenarnya bukanlah menjadi kebutuhannya. Hal ini pula yang sering menimbulkan bocor halus pada keuangan keluarga.
  • Menabung. Hal yang penting untuk masa depan. 
  • Memiliki investasi berupa LM, deposito, reksa dana dan masih banyak lagi.
  • Apabila Bunda memiliki usaha sendiri, antara keuangan usaha dan keuangan keluarga harus dipisahkan agar tidak mengganggu dan tercampur satu sama lain.
Aidil Akbar Madjid, Perencana Keuangan Senior

Semua tips di atas, saya dapat dari paparan seorang Aidil Akbar Madjid, perencana keuangan senior saat mengikuti acara "Ngopi Bareng Bang Amar, Bijak Merencanakan Keuangan" yang diselenggarakan oleh AMAR Bank beberapa waktu lalu. Nah, untuk Bunda yang memiliki usaha sendiri, termasuk saya juga nih, Aidil juga memberikan beberapa tips bijak mengelola keuangan usaha yang baik dan sehat yaitu : 
  • Pos keuangan usaha dan keuangan keluarga haruslah dibuat terpisah. 
  • Bisa menentukan biaya dan harga jual. Jangan sampai Bunda salah menghitungnya dan menyebabkan keuntungan yang didapat begitu kecil atau bahkan merugi akibat salah hitung.
  • Mampu membayar cicilan yang ada. 
  • Dan tentunya mampu mengatur cash flow keuangan. Sebuah usaha dengan cash flow keuangan yang lancar dapat membuat usaha tersebut menjadi berkembang dan bersifat langgeng.
Selain beberapa tips di atas, Aidil juga memberikan rumus mengatur keuangan bulanan yang cocok nih buat saya dan juga bunda-bunda lainnya.


Kalo bagi saya, rumus di atas boleh juga nih, Bun untuk diikuti. Bunda pun jadi enggak terlalu pusing untuk membagi-bagi nilai pendapatan yang dipunya ke beberapa pos-pos pengeluaran yang ada setiap bulannya. Mantap laah, rumus dari Aidil Akbar ini. 

Solusi Mengatasi Permasalahan Keuangan

Saat ini, siapapun tahu bahwa kondisi ekonomi memang sedang sulit. Hampir semua lapisan masyarakat terkena dampak pandemi. Dan untuk menyiasati kondisi keuangan di masa pandemi ini, rasanya memiliki penghasilan tambahan menjadi impian semua orang ya, Bunda. 

Sebenarnya untuk penghasilan tambahan bisa didapat dengan cara melakukan kerja tambahan atau buka usaha. Namun karena saat ini mencari kerja juga cukup sulit, membuka usaha sendiri bisa menjadi pilihannya. Dan tahukah Bunda, menurut survei tingkat partisipasi perempuan Indonesia di bidang kewirausahaan adalah yang tertinggi di Asia Tenggara. Wow.. mantap ya, Bun.

Meski bagi sebagian orang, membuka usaha sendiri kerap menemui beberapa permasalahan. Seperti bingung untuk mulai dari mananya. Atau adanya rasa kurang percaya diri sampai ketiadaan modal.

Ya, untuk memulai usaha baru, tentunya harus memiliki MODAL. Sumber modal ini bisa didapat dari memakai tabungan yang ada atau jika kondisi tabungan tidak mencukupi, modal bisa didapat lewat cara meminjam ke pihak lain. 

Namun untuk berhutang terkadang banyak orang enggan atau malu untuk melakukannya, termasuk juga saya. Padahal dari segi ilmu keuangan, hutang itu ternyata ada dua macam yaitu hutang baik dan hutang buruk. Hal ini juga saya dapat dari paparan perihal keuangan yang diberikan oleh Mas Aidil Akbar kemarin.

Hutang Baik VS Hutang Buruk


Apa yang Dimaksud Hutang Baik?

Yang dimaksud dengan hutang baik adalah hutang yang digunakan untuk membiayai sesuatu yang produktif atau juga bersifat memenuhi kebutuhan, bukan keinginan. Seseorang yang meminjam modal untuk membuka usaha masuk ke dalam kategori hutang baik. Kok bisa, Bun? Karena dengan adanya seseorang atau pengusaha yang meminjam modal, maka usaha itu bisa terwujud dan roda perekonomian pun bisa berputar. Hutang baik lainnya bisa berupa meminjam untuk biaya pendidikan, investasi dan juga pembelian rumah.

Apa sih yang Dimaksud Hutang Buruk?

Kebalikan dari hutang baik, hutang buruk ini digunakan untuk membiayai hal-hal yang tidak produktif dan cenderung memenuhi keinginan semata. Misalnya seperti membeli kendaraan atau hutang kartu kredit yang sifatnya konsumtif. 

Dan setelah mengetahui perbedaan hutang baik dan hutang buruk, memilih pihak pemberi pinjaman juga jangan asal pilih ya, Bun. Maraknya pinjaman online saat ini membuat berhutang terasa mudah. Namun saat Bunda memutuskan melakukan pinjaman online, ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan sebelumnya berupa :
  • Berhati-hatilah dengan pihak pinjaman online ilegal. Pilihlah yang terpercaya dan memiliki reputasi baik
  • Limit pinjaman relatif besar
  • Jangka waktu cicilan bisa panjang
  • Perlu jaminan atau tidak
  • Bunga pinjaman kompetitif
  • Memiliki platform aplikasi di Google Playstore dan ios
  • Terdaftar resmi di OJK (Otoritas Jasa Keuangan)

Solusi Pinjaman Online Terpercaya dengan Tunaiku

Kebetulan saya dan suami sejak beberapa bulan lalu telah mendirikan sebuah usaha untuk menopang perekonomian kami. Dan Alhamdulillah, setelah berjalan beberapa waktu sepertinya kami ingin menambah persediaan barang dagangan dengan tambahan modal. Dan setelah memilah-milah, kami memutuskan melakukan pinjaman online yang memang tanpa jaminan dan kami memilih solusi termudah dan tentunya terpercaya dengan Tunaiku.

Apa itu Tunaiku?

Tunaiku adalah sebuah platform pinjaman digital tanpa agunan dari PT Bank Amar Indonesia Tbk. yang bisa memberi solusi keuangan bagi masyarakat yang kurang atau belum terlayani oleh lembaga keuangan formal. 

Adapun keunggulan melakukan pinjaman di Tunaiku, sebagai berikut :
  • Besar pinjaman yang diberikan mulai dari 2 juta s/d 20 juta
  • Bunga pinjaman sebesar 3-4% dan flat setiap bulannya
  • Biaya administrasi sebesar Rp 540.000 sudah dimasukkan ke cicilan bulanan
  • Jangka waktu pinjaman cukup panjang mulai dari 6 bulan - 20 bulan



Tunaiku ini sudah aman, karena sudah terdaftar dan diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan) sejak tahun 2014. 

Cara pinjemnya ribet enggak?

Dijamin mudah dong, Bun. Untuk melakukan pinjaman, Bunda bisa mengunduh aplikasi Tunaiku, lalu membuat akun baru, dan mengajukan prosedur pinjaman lewat aplikasinya. Cukup hanya dengan KTP, tanpa jaminan apapun, jika pinjaman disetujui, dana bisa turun dalam waktu kurang dari 3 hari.

Persyaratan untuk melakukan pinjaman di Tunaiku yaitu sebagai berikut :
  • Usia peminjam mulai dari 21 - 55 tahun
  • Memiliki penghasilan
  • Peminjam tinggal dan bekerja di wilayah cakupan Tunaiku
Sampai saat ini, Tunaiku telah menyalurkan dana pinjaman sebesar lebih dari 4,7 triliun untuk membantu kebutuhan produktif para customernya. Jumlah yang sangat besar ya, Bun.

Jadi Agen Referral, Program Menarik dari Tunaiku

Sebagai seorang Ibu, apalagi di masa pandemi seperti saat ini, mencari peluang pemasukan tambahan tentunya menjadi hal yang menarik untuk dipelajari ya, Bun. Nah, dengan menjadi agen referral melalui program referral dari Tunaiku, maka terbuka kesempatan bagi Bunda dan siapa saja untuk bisa menjadi pemberi referensi pinjaman di Tunaiku ini.

Jadi dengan menjadi Agen Referral Tunaiku, Bunda bisa mendapat komisi setiap bulan sesuai dengan skema program referral yang diikuti. Selain mendapat komisi dari Tunaiku, Bunda juga dapat menambah kenalan baru dari para nasabah dan juga anggota referral lainnya.

Jika Bunda tertarik untuk ikutan program Referral Program dari Tunaiku ini dan ingin mengetahuinya lebih lanjut, silakan email ke admin-referral@amarbank.co.id atau langsung ke websitenya di https://partner.tunaiku.com/

Jadi, Bun, semoga setelah membaca artikel di atas, saya dan Bunda bisa lebih bijak mengelola keuangan keluarga demi masa depan yang lebih baik. Semangat terus para Bunda.